Tuesday, June 23, 2020

Taubat kelkatu

Anai-anai di kerajaan busut
Tiada bisa tapi bahaya
Anai-anai di perdu jati
Tiada racun sangat digerun
Anai-anai di tiang rumah
Terlindung wajah sangatlah ramah
Ramah ia menjadi amarah
Amarah pada si tuan rumah
Senyap …… ranap
Punah …… ranah

Disiplinnya mudah
Ratu jadi pemerintah
Tiada culas, bantah atau karenah
Terus memusnah tanpa dikerah
Kala cerah diam di bawah
Kala kelam menjarah…… merayah……
Tanpa hemah tiada ramah
Bahasanya mudah
Musnah….. punah…. Kekah sampai rebah
Bergelarlah ia seteru pemusnah

Tetapi 
Wahi Tuhan hebat sekali
Anai-anai bertukar ganti
Kala langit menangiskan bumi
Anai-anai bertukar ganti
Kelkatu nama diperi
Berubah sifat juga pekerti

Dari gelap mencari cahaya
Walau terpaksa bergadai nyawa
Cuba kalian bertanyakan ia
Mengapa nyawa galang gantinya?
Aku pernah dengar berita
Kata mereka
Kami bukan menggadai nyawa
Tapi mencari nur cahaya

Sam Rizal
Simpang Pulai, 13/4/13

gambar hiasan
sumber mypmp.net

No comments:

Post a Comment

Kambing, kambinglah jua

 Adapun dceriterakan oleh empunya sahibul hikayat, akan kisah sang kambing sekandang. Dikisahkan tentang seekor kambing yang tersangatkah me...